Dua Siswa Telkom Schools Juara II Lomba Menulis Nasional

 

Dua siswa Telkom Schools berhasil meraih prestasi tingkat nasional, mereka adalah Eka Rifnawati dari SMP Telkom Bandung dan Fiardika Rizki Prayitno dari SMK Telkom Malang. Keduanya berhasil mengharumkan nama sekolah dan Yayasan dengan berprestasi pada lomba  cerita mengenai “Sekolah/Madrasah ku Aman Dari Bencana” tingkat nasional. Prestasi merupakan hal yang diwajibkan bagi sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom karena selain prestasi dapat memupuk percaya diri siswa/guru juga merukan program yang dinilai dalam Kontrak Manajemen antara sekolah dengan yayasan. Melalui kontrol yang dilakukan setiap semester Yayasan dapat mendorong sekolah untuk mencapai target prestasinya.

 

Lomba   cerita ini dilaksanakan oleh Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) bekerjsama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang didukung oleh Unicef
dan berbagai lembaga non pemerintah lainnya. Berdasarkan hasil penjurian penulisan cerita dengan tema Pengurangan Resijo Bencana di Sekolah, kedua siswa berprestasi ini masing-masing menyabet Juara II, Eka Juara II untuk tingkat SMP/MTS dan Fiardika Juara II untuk tingkat SMA/SMK/MA.

 

Lomba yang diikuti oleh siswa dari berbagai daerah dan berbagai jenjang mulai dari tingkat SD/MI,SMP/MTS, SMA/SMK dan SLB. Untuk menjadi juara tentunya bukan perkara mudah, namun kedua siswa ini mampu untuk masuk dalam daftar juara. Terdapat serangkaian penilaian yang dilakukan oleh tim juri. Poin-poin penilaian tersebut yaitu  kesesuaian topik materi, penggunaan data InaRisk, originalitas tulisan, ketepatan penggunaan bahasa, dan kekuatan pesan ajakan.

Dalam wawancara tertulis  siswa SMK Telkom Malang menjelaskan bahwa Nama saya, Fiardika Rizki Prayitno (17 tahun) kelas XII Prodi TKJ

Upayanya sehingga bisa juara adalah :

1. Niat, karena tanpa ada niat tersebut, mungkin saya akan berhenti ditengah-tengah pembuatan cerita.

2. Menyusun rangka dalam cerita. Membuat sebuah cerita yang alurnya sulit untuk ditebak.

3. Meminta saran dan kritik kepada guru bahasa di Sekolah. Guru yang mengoreksi dilakukan  Bu Tenri Farizah untuk mengoreksi penulisan dan tanda baca yang salah serta Bapak Noer Hidayat untuk menilai hasil akhir dari cerita sebelum saya kirim. 

4. Memanjatkan Do’a.  Serahkan semua hasil usaha kepada Allah Swt.

Usaha  Fiardika yang mengakui bahwa Telkom Schools adalah sekolah terbaik di Indonesia ini,  dimulai saat poster diterbitkan dan tatacara pengiriman peserta yang sudah ditentukan panitia diantaranya  disebutkan akhir pengumpulan 1 September 2017.  Jumlah pesertanya ada 300 dari broadcast email dari BNPB yang dikirimkan kepada para peserta. Saya kurang tau pasti berapa pesertanya, tapi dari yang dikirimkan broadcast email oleh BNPB berjumlah 300 termasuk Fiardika.
Sumber : (DPSE) – (Dari Warta YPT dengan editing dan penambahan wawancara secara on line)

Leave a Reply

Your email address will not be published.