Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan M Mustaghfirin Amin menyatakan apresiasinya terhadap pendidikan di SMK Telkom Bandung, yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Telkom. Menurut Mustaghfirin, kendati SMK Telkom masih berusia belia, namun telah memberikan kontribusi cukup siginfikan. 
 
“SMK Telkom semakin lama semakin menemukan auranya sebagai top of the top SMK di Indonesia,” kata Mustaghfirin, dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Senin (6/2). Salah satu prestasinya, siswa SMK Telkom masuk dalam Tim Satgas Sinyal Merah Putih untuk membangun jaringan ICT di perbatasai Indonesia-Malaysia.
 
SMK Telkom Bandung juga menjadi penyelenggara program Access Fiber Optic Class (AFOC) yang merupakan program beasiswa ikatan dinas kerja sama antara Yayasan Pendidikan Telkom dan PT Telkom Akses. Melalui program ini, para siswa terbaik dijaring dengan seleksi ketat, sehingga dihasilkan tenaga terampil yang unggul dan siap pakai.
 
Bekerja bukan lagi menjadi masalah bagi lulusan SMK Telkom, karena mereka yang telah bergabung dalam program AFOC akan secara langsung menjadi pegawai PT Telkom Akses.
 
Mustagfhirin mengunjungi SMK Telkom Bandung, usai menutup acara Telkom Schools (TS) Competition 2017, Kamis pekan lalu (2/2). TS Competition merupakan ajang kedua kompetisi seni, budaya, dan olah raga yang digelar Yayasan Pendidikan Telkom diikuti lebih dari 2.500 siswa se-Jawa Barat. Dilaksanakan selama 5 hari, mulai 29 Januari sampai 2 Februari 2017 dan dibuka oleh Ketua Yayasan Pendidikan Telkom Dwi S Purnomo.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.