Kegiatan TK  Telkom Singaraja.

TK Telkom Singaraja, tanggal 25 Januari 2017 mengunjungi   Kantor Telkom Singaraja untuk mengenal lebih dalam tentang IT (Teknologi Informasi) yang dikelola oleh PT. Telekomunikasi Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan sejalan dengan pelaksanaan tema pembelajaran minggu in  bersamaan dgn tema kita minggu ini.

Semua siswa  TK Telkom Singaraja  semangat, senang dan gembira … Anak2 senang gembira mendatangi kantor Telkom ini.  Dari evaluasi lapangan ternyata siswa  sebagian besar sudah mengenal tentang apa itu WIFI.  Serunya kegiatan  TK Telkom Singaraja hari itu  bisa diamati dari  interaksi  siswa dengan Manager Customer  Service Witel Singaraja – Bpk I Nyoman  Winaya yang sabar menjelaskan kepada anak-anak terkait alat telekomunikasi yang ada di Kantor Wilayah Telekomunikasi Medan.  

Dengan melihat langsung alat telekomunikasi yang ada di kantor Telkom Singaraja diharapkan anak-anak akan menyerap bentuk, fungsi dan kegunaan alat-alat tersebut dalam membangun jasa telekomunikasi di Indonesia umumnya dan masyarakat Singaraja pada khususnya.

 

Bentuk  Benda  Nyata  Akan  Tersimpan  dalam Memori Anak  Usia Dini

Dengan benda nyata akan lebih mudah disimpan dalam memori  dibandingkan penjelasan yang diskriptif. Sehingga mengenalkan anak pada benda aslinya akan membantu  dalam memahami dan mengenal benda tanpa menimbulakan salah interpretasi yang tersimpan dalam memori.

Dalam  kompasiana.com dijelaskan bahwa pada Anak usia dini merupakan fase awal dimana anak masih dalam masa keemasan atau golden age jadi pada masa awal ini, sangat mudah untuk menerima pembelajarannya di sekolah. Supaya anak mengerti tentang pembelajarannya yang diberikan guru di sekolah dia harus mengulang atau mempelajari pelajaran tersebut yaitu dengan menggunakan memori.

Apa pengertian dari memori itu ?

Memori adalah kemampuan jiwa untuk memasukan (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali (remembering) apa yang telah dilakukan terhadap hal-hal yang terjadi di masa lampau. Jadi memori ini memasukkan kembali menyimpan memori ingatan dan menimbulkan kembali apa yang telah diingatnya atau telah diketahui sebelumnya yang terjadi di masa lalu. Untuk memenuhi kebutuhan daya ingat atau memori untuk anak diperlukan suatu pengulangan terhadap apapun yang telah dialaminya supaya lebih mudah untuk mengingatnya.

Apakah penting memori bagi anak usia dini ?

Iya, sangat penting memori bagi anak usia dini. Karena memori menjadikan fungsi yang penting untuk ingatan anak. Saat anak menerima pembelajaran di sekolah, anak sangat membutuhkan memori untuk menyimpan sesuatu misalnya pelajaran apa yang telah diajarkankan oleh guru kepada anak untuk mudah diingat untuk keesokan harinya dan seterusnya. Tanpa menggunakan memori anak sulit untuk mengingat apa yang diajarkan guru terhadapnya. Jadi memori selalu ada di ingatan anak.

Bagaimana perkembangan memori ?

Kemampuan memori manusia atau anak usia dini yakni berkembang sejalan dengan bertambahnya usia. Pada saat bayi yang baru lahir baru dimiliki kemampuan rekognisi, sedangkan kemampuan recall baru akan bisa dicapai pada usia satu tahun. Anak-anak yang masih kecil dan bayi memiliki kapasitas memori, tetapi masih diragukan bahwa memori yang dibentuk dapat dipercaya atau dapat diakses kembali sebelum berusia dua tahun. Sedangkan memori pada orang dewasa lebih bersandar pada representasi semantik, sementara pada anak-anak lebih bersandar pada representasi berbasis persepsi (yaitu imagery). Dalam hal menggunakan strategi memori seiring bertambah usia maka strategi memori seseorang semakin meningkat karena lama kelamaan akan berkembang dengan sendirinya karena dengan bertambahnya usia. Anak-anak yang sudah cukup besar atau yang sudah cukup umur dan orang dewasa lebih cepat mengingat informasi, yakni informasi lama ataupun informasi baru dibandingkan dengan anak-anak yang masih kecil. Karena pada anak ingatannya masih belum sempurna, jadi harus selalu berlatih untuk selalu belajar atau mengulang kembali tentang apa yang pernah diajarinya.

Bagaimana hubungan antara memori dan belajar ?

Terdapat hubungan yang erat antara memori dan belajar. Karena dalam proses belajar akan melibatkan pengolahan dan penyimpanan informasi. Yang dicapai dari hasil belajar bisa diketahui melalui proses pengungkapan kembali apa yang telah diketahui anak. Jadi, dalam belajar dibutuhkan pemanfaatan kemampuan memori oleh anak guna menyerap informasi apapun yang diterima kemudian menyimpannya dan memunculkannya kembali pada saat menjawab soal ulangan atau ujian atau saat ada ulangan harian karena dibutuhkan memori dan memori sangat penting untuk masa pembelajaran dan apapun tetap membutuhkan memori untuk mengingat dang memunculkan kembali apa yang pernah diketahuinya.

Memori mempunyai tiga fungsi/proses, yaitu:

– Memberi kode/sandi, menyimpan dan menimbulkan kembali. Pada proses penyimpanan, informasi yang telah diberi kode tersebut diletakkan dalam struktur memori. Pada proses penimbulan kembali informasi yang tersimpan berusaha diakses kembali pada saat dibutuhkan. Proses memunculkan kembali memori (record) yang tersimpan dalam memori permanent meliputi tiga cara, yaitu:

a. recall yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme jadi anak disini mengingat kembali informasi yang dipelajarinya pada masa lampau dan memunculkannya kembali walaupun tidak bertemu organisme tersebut. Contohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang dimaksud.

b. recognition : yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme jadi pada proses recognisi ini dimana berproses langsung terhadap organism yang dipakai jadi anak disini mengingat kembali apa yang telah dilakukannya dan memunculkan kembali saat ia bertemu dengan sesorang itu kembali. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan

c. reintegrative yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat reintegrativeterjadi bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Dimas Anggara (tokoh sinetron), maka akan teringat banyak hal dari tokoh tersebut karena orang tersebut telah menontonnya berkali-kali karena sering melihat jadi pada cara ini metode yang mudah untuk diingat. Karena tokohnya juga menyenangkan jadi mudah juga diingat.

 

Sumber :

1. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1767894896619077&id=100001957503252

2.  https://www.kompasiana.com/putri-wulan/memori-anakusiadini_573355985a7b61ef1511ffd4

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.