SMK Pariwisata Telkom Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Berbagai upaya dilakukan untuk mampu mendongkrak kinerja dan motivasi guru, salah satunya melalui penilaian kepuasan siswa terhadap layanan. 

 

Dari kegiatan ini, diumumkan sebanyak 11 guru SMK Pariwisata Bandung terpilih menjadi guru terbaik. Mereka adalah para peraih nilai tertinggi, di atas 80% berdasarkan penilaian kepuasan siswa. Atas prestasi tersebut, sekolah memberikan reward berupa sejumlah uang. Penyerahan reward dilakukan oleh Kepala SMK Pariwisata Telkom Bandung ,Sunarya, pada Selasa, 12/01 di SMK Pariwisata Telkom Bandung Jalan Windu Kota Bandung. 

 

 

“Dengan nilai kepuasan siswa di atas 80%, maka guru sudah profesional. Dengan penilaian yang tinggi ini, kegiatan belajar mengajar juga nyaman dilakukan karena guru dapat memahami siswa,”katanya.

 

Sunarya mengatakan kualitas pelayanan menjadi salah satu kriteria untuk menjadikan sekolah unggul. Untuk itu dibutuhkan komitmen dari seluruh pihak untuk melalui dan memenuhi proses tersebut. Apalagi untuk menuju sekolah beratarf internasional, pelayanan harus excellent. Nah, program ini menjadi salah satu tolak ukurnya.

 

Penilaian dilakukan secara langsung oleh siswa, dengan kriteria sebagai berikut:

1. Instruktur meliputi penguasaan materi, penyampaian, pengaturan waktu, pengelolaan kelas, cara penyampaian dan kehadiran

2. Materi dan Metode meliputi manfaat dalam belajar, sistematika materi, kejelasan tulisan, membantu dalam pemahaman dan metode pembelajaran.

3. Personality meliputi kerapihan, performance dan perhatian

 

Tentunya tak mudah untuk mencetak guru profesional, namun bukan berarti mustahil. Buktinya dari pelaksanaan program penilaian ini, telah terjadi progress yang luar biasa. Diakui Sunarya selama 5 tahun pelaksanaan program ini terjadi peningkatan nilai guru. Dari nilai rata-rata 78%, secara individu growth setiap guru masuk kategori baik. Salah satu contohnya, dari nilai 62% dapat terus meningkat menjadi 68% dan seterusnya. 

 

Selain penilaian, guru juga dibekali dengan beragam pelatihan. Hal ini dilakukan untuk terus memperbaharui ilmunya. Sehingga guru mampu mengajar dengan baik dan memahami serta menangani seluruh siswanya.

“Dengan menyadari bahwa dirinya dinilai, setiap guru tentunya akan memberikan performa terbaik. Dan bagi yang performanya rendah kami juga memberikan sanksi,”pungkasnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.