Telkom University kembali mendapatkan kunjungan istimewa, setelah Presiden Jokowi beberapa waktu lalu  menyambangi Bandung Techno Park (BTP). Kemarin, Selasa (20/01/2015) Tel-U dikunjungi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir.

Untuk memperkenalkan Telkom University pada pak Menteri, Rektor Telkom University Prof.Dr.Ir, Moch Ashari, M.Eng memberikan pemaparan singkat mengenai visi misi Telkom University untuk menjadi World Class University (WCU).

Pak Menteri menyimak dengan serius, lalu memberikan pandangannya tentang Telkom University. Setelah mendengar penjelasan Pak Rektor kemudian melihat kondisi riil yang ada, Muhammad Nasir optimis Telkom University bisa menjadi WCU.

“Semunya sudah on the track, dengan pengembangan riset dan inovasinya sangat mungkin Telkom University  jadi World Class University. Saya berharap Telkom University bisa meraihnya,”katanya.

Saat ini beberapa perguruan tinggi negeri  di Indonesia sudah ada dalam daftar 500 besar WCU. Pak Menteri berharap perguruan tinggi swasta bisa segera menyusul masuk WCU, salah satunya Telkom University.

“Perguruan tinggi di Indonesia baik swasta atau negeri katanya harus bisa bersaing di kancah internasional,”jelasnya.

Pak Menteri juga berkeinginan untuk  menghilangkan dikotomi perguruan tinggi negeri dan swasta, supaya mindset masyarakat juga berubah. Sehingga  Kuliah bukan lagi soal mencari negeri atau swasta tapi bagaimana kualitas perguruan tingginya. Salah satunya dengan memberikan perlakuan yang sama pada perguruan tinggi negeri dan swasta, misalnya memberikan porsi beasiswa yang sama pada dosen baik itu di negeri dan swasta. 

Hadir dalam acara tersebut Ketua Telkom Foundation  Ir., Dwi S.Purnomo,M.M. Dalam sambutan singkatnya Pak Dwi berharap apa yang sudah dicanangkan bisa terwujud termasuk menjadikan Telkom University sebagai WCU.

“Kami akan terus mendukung dan berupaya untuk menjadikan Telkom University menjadi World Class University,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.